Security Risk Management Services

security-risk-01Setiap perusahaan pasti memiliki potensi masalah keamanan yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi nyata. Seberapa besar potensi masalah tersebut, sangat tergantung kepada jenis usaha yang digeluti, skala bisnis, situasi sosial ekonomi dan politik dimana perusahaan tersebut berada.

Menghadapi banyaknya variabel yang harus diperhitungkan, Manajemen seringkali tidak tahu pada titik mana mereka harus berangkat ketika menyusun sistem pengamanan bagi perusahaannya. Untuk memecahkan masalah tersebut, kami menawarkan paket layanan jasa Security Risk Management yang terintegrasi, berdasarkan standar internasional berbasis risk management.

1. Threat Identification, Risk Assessment & Control (TIRAC)

Mengidentifikasi Ancaman adalah langkah paling awal untuk menyusun Perencanaan Sistem Pengamanan. Setiap perusahaan memiliki ancaman spesifik sendiri-sendiri dan ancaman tersebut perlu dinilai tingkat risikonya.

Dengan mempergunakan model Threat Identification, Risk Assessment & Control (TIRAC), assessor-assessor kami yang kompeten dan berpengalaman akan mampu memformulasikan tipologi ancaman yang dihadapi perusahaan Anda dan tingkat risikonya dengan tepat.

Selain jasa diatas, kami juga menyediakan jasa pembuatan instrumen Security Risk Assessment dan melatih assessor internal untuk melaksanakannya, sehingga efisien dari sisi biaya dan sumberdaya.

2. Perencanaan Sistem Pengamanan

Tujuan utama sebuah sistem pengamanan adalah memberikan perlindungan optimal terhadap sumberdaya perusahaan; yang terdiri dari personil, fasilitas, peralatan, material logistik, sistem pendukung dan data — dari berbagai bentuk ancaman (threat) dan bahaya (hazard) , baik dari dalam maupun luar perusahaan.

Dalam tataran  implementasi, konsep  perlin-dungan (protection)  yang  ideal harus merepresentasikan empat kemampuan utama, yakni :

  • Kemampuan menghalangi (detterence)
  • Kemampuan mendeteksi (detection)
  • Kemampuan menunda (delay)
  • Kemampuan merespon (response)

Tampak jelas, bahwa idealnya sebuah sistem pengamanan dibangun “sekokoh” mungkin — baik fisik maupun psikologis — sehingga mampu menghalangi pelaku kriminal untuk beraksi. Dan jika pelaku kriminal tetap bersikeras melakukan niatnya untuk menerobos perimeter pengamanan, sebuah sistem pengamanan yang efektif akan mampu mendeteksinya sedini mungkin sekaligus memperpanjang waktu yang dibutuhkan oleh pelaku untuk menerobos. Kedua faktor tersebut — deteksi dan banyaknya waktu yang dibutuhkan oleh pelaku — akan memberikan ruang waktu dan gerak yang cukup bagi security guard yang bertugas untuk merespon ancaman.

Dalam operasionalisasinya, konsep diatas diaplikasikan pada tiga unsur utama pengamanan sebagaimana pada gambar di bawah ini :

security-risk-02

Sebagai konsekuensinya, kekuatan ketiga elemen utama tersebut harus diupayakan kesetaraannya, karena :

  • Kendati memiliki SOP yang lengkap dan didukung peralatan canggih, namun jika kualitas personilnya rendah maka hasilnya tidak akan optimal.
  • Sebaliknya kendati personilnya berkualitas dan didukung peralatan canggih, namun jika tidak diatur dalam SOP yang bagus, hasilnya pun tidak akan optimal.
  • Hal yang sama akan potensial terjadi, pada saat SDM yang ada cukup kompeten, memiliki SOP yang bagus namun tidak didukung peralatan yang memadai.

3.Penyusunan Emergency Preparedness Plan

security-risk-03Setidaknya dari beberapa kali aksi terror bom di Jakarta dapat disimpulkan, bahwa banyak perusahaan terutama yang berkantor di gedung-gedung tinggi, belum memiliki Emergency  Preparedness Plan untuk mengantisipasi situasi darurat terutama yang diakibatkan oleh aksi terorisme. Setiap kali sebuah gedung memperoleh ancaman bom, kepanikan langsung melanda ratusan orang yang bekerja di dalamnya. Padahal, akses untuk keluar dari gedung relatif terbatas sehingga kepanikan tersebut potensial melukai banyak orang akibat berebutan keluar.

Disini kami siap untuk membantu Anda menyusun Emergency Preparedness Plan yang komprehensif; tidak saja berguna pada saat ada aksi terorisme namun juga tatkala terjadi gempa bumi, kebakaran, banjir atau kerusuhan massa.

4.Penyusunan Pandemic Preparedness Plan

security-risk-04Hanya sedikit perusahaan yang sadar akan besarnya potensi ancaman pandemi flu mematikan (deadly flu), yang mana besar kemungkinan akan dipicu oleh virus baru hasil mutasi virus H5N1 (avian flu). Sebagian terbesar perusahaan di Indonesia yang telah memiliki pandemic preparedness plan adalah PMA, memiliki afiliasi dengan perusahaan di luar negeri, atau perusahaan swasta nasional berskala besar.

Didukung oleh panel ahli yang berpengalaman, kami siap membantu mengembangkan Pandemic Preparedness Plan untuk diaplikasikan dalam lingkungan perusahaan Anda.

5. Operasionalisasi Sistem Pengamanan

security-risk-05Secanggih apapun peralatan pengamanan yang digunakan dan selengkap apapun standard operating procedures yang dibuat; keduanya tidak akan banyak berguna apabila personil yang mengoperasikannya tidak kompeten.

Aspek sumberdaya manusia dalam system pengamanan memang menjadi isu kritikal dari waktu ke waktu. Tak jarang karena mengejar target terisinya pos-pos jaga, sebuah perusahaan terkesan serampangan dalam merekrut personilnya. Guna mengantisipasi permasalahan tersebut, kami telah mengembangkan sebuah Sistem Manajemen SDM yang kuat, sehingga dapat menjamin seluruh proses dalam lini SDM pengamanan akan menghasilkan tenaga-tenaga security guard yang berkualitas.

6. Evaluasi Kinerja Provider Pengamanan/SecGuard Outsource

Berangkat dari pertimbangan strategis dan praktis, dewasa ini banyak perusahaan yang mengalihkan pengamanan bisnisnya pada pihak ketiga atau perusahaan pe-nyedia jasa pengamanan. Masalah pun muncul tatkala Manajemen tidak memiliki parameter yang kuat untuk menilai kinerja petugas Satpam outsource, padahal biaya yang telah dikeluarkan cukup besar.

Untuk memecahkan masalah tersebut, kami siap memberikan layanan jasa berupa konsultansi penyusunan parameter untuk mengevaluasi Kinerja Satpam Outsource, mengembangkan instrumen evaluator, melatih team evaluator Anda hingga melaksanakan assessment di lapangan.

7. Security Audit

Sebuah sistem pengamanan perusahaan harus diperiksa secara berkala. Tujuannya untuk memastikan bahwa sistem tersebut bekerja dengan baik dan masih kompatibel untuk mengantisipasi ancaman spesifik yang terus berkembang. Team profesional kami siap untuk melaksanakan tugas Security Audit di perusahaan Anda; yang mana mencakup Audit Personil, Audit Peralatan dan Audit Manajemen.

8. Training & Workshop

Kami siap memberikan pelatihan khusus berbasis Security Risk Management kepada penanggungjawab masalah pengamanan di perusahaan Anda. Training dan Workshop tersebut didisain taylor made, sehingga sesuai dengan kebutuhan Manajemen.

Apa yang membedakan Security Risk Management dengan Safety Risk Management?. Perta-nyaan ini mungkin pernah Anda lontarkan kepada provider pengamanan perusahaan Anda, dan jawaban yang diberikannya jauh daripada memuaskan. Hal ini sangat wajar, karena keba-nyakan provider jasa pengamanan lebih mengutamakan aspek Security Risk ketimbang Safety Risk. Padahal dalam konteks disiplin ilmu Risk Management, keduanya memiliki bobot yang setara dan lebih jauh lagi, posisinya ibarat dua sisi mata uang yang sama.

Contoh yang sederhana adalah sebagai berikut. Salah satu fungsi utama security adalah mencegah intruder, semisal pelaku terorisme, masuk ke dalam gedung dan meledakkan bom di dalamnya. Namun apabila intruder berhasil menyusup dan meledakkan bomnya, persoalan security dengan seketika berubah menjadi masalah safety; yakni bagaimana cara menyelamatkan orang-orang di dalam gedung tersebut dari bahaya jebakan asap, kebakaran, flying glass ataupun runtuhnya gedung.

Categories: Artikel

Comments are closed.